Langsung ke konten utama

Ruang Rindu

Ada rasa  yang bergetar hebat kala kudengar seseorang menyebut namamu
Apa benar ini yang pernah kupasrahkan ? Apa rasa penuh kecambuk ini yang selalu kubanggakan? 

Anganku pun melayang menuju beberapa memori yang telah terbunuh oleh waktu 
Saat dengan mesranya kedua bola mata kita saling bertemu
Lisan menari indah saling membalas pujian
Dan hati yang perlahan mulai disemai kebahagiaan 

Tak ada satupun di antara mereka yang habis terkikis dalam ingatanku
Pun tidak ada pula yang hancur lebur bagai serpihan abu.. 

Waktu memang telah menunjukkan keperkasaannya padaku 
Semenjak ia merenggut ramahnya kepribadianmu dari dekapanku  
Namun jemariku akan tetap menggoreskan namamu 
Di atas lembaran putih yang aku warnai dengan rindu  . . 

Hai kamu Si Pengisi Ruang Hatiku, apa kabarmu?? 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cerita Kehamilan Ektopik (Ectopic Pregnancy)

“Perjalanan Bangkit dari Ectopic Pregnancy (Kehamilan Ektopik)”
Tergugah untuk share tentang pengalaman ini sebagai tanda "kekuatan" untuk para pejuang KE di luar sana..
Beginning . . .

06 Desember 2014 saya menikah. Sebagai pasangan pengantin baru, keinginan yang paling membludak dalam hati adalah “memiliki anak”. Apakah itu wajar? Ya, pastilah sangat wajar. Salah satu tujuan berumah tangga pasti untuk memiliki keturunan, generasi penerus dalam keluarga. Ditambah lagi, saat bertemu kerabat atau teman, pertanyaan yang paling sering mereka lontarkan adalah “Sudah hamil belum?”, dibandingkan dengan bertanya mengenai kabar diri saya atau suami sendiri. Jadilah, saya semakin gundah gulana saat bulan Januari kok “tamu bulanan” masih datang juga. Ah, pasti ada yang salah nih dengan metode “reproduksi anak” yang saya dan suami lakukan. Jadilah saya merengek pada suami untuk mencari tahu dan bertanya pada teman-temannya yang istrinya “cepat hamil”, bagaimana sih metode reproduksi yan…

Apa sih Motivasi Psikologis Para Teroris ?

Amrozi, Noordin M, Top, Imam Samudera. Dulmatin, Dr. Azhari, Ali Gufron, Ibrahim, Muhammad Syarif, dan entah deretan nama tersebut akan berhenti sampai di situ saja atau bahkan terus bertambah. Diawali dari tragedy WTC tahun 2000 silam, istilah teroris mulai menyeruak ke kalangan masyarakat. Kejadian yang disebut-sebut merupakan hasil dari tangan dingin Osama Bin Laden nyatanya memang menjadi tonggak awal ‘perkembangan’ terorisme di dunia. Tidak terkecuali di Indonesia. Kasus Bom Bali yang merenggut nyawa ratusan jiwa yang tidak berdosa sama halnya dengan tragedy WTC di Amerika Serikat. Terhitung sejak saat itu, POLRI seakan memiliki job baru. POLRI bahkan sampai harus membuat sebuah detasemen khusus anti terror yang dikenal dengan Densus 88. Kebanyakan dari para teroris yang telah disebutkan namanya di atas mati konyol karena tubuh mereka ikut hancur bersama kepingan logam yang terdapat dalam bom. Bahkan, tubuh mereka itulah yang pertama kali mersakan dahsyatnya ledakan, sebelum pada…

Tingkah Laku Inovatif (definisi)

Tingkah laku inovatifpada awalnya berasal dari bahasa Latin, yaitu innovare yang berarti “membuat sesuatu yang baru” (Tidd, Bessant, & Pavitt, dalam Ahmad, 2009).  Thompson (dalam Ahmad, 2009) mendefinisikan tingkah laku inovatif sebagai penerimaan, pembentukan generasi, dan pelaksanaan ide-ide baru, proses, produk ataupun jasa. Menurut Wess dan Farr (dalam De Jong & Hartog, 2003) tingkah laku inovatif adalah semua perilaku individu yang diarahkan untuk menghasilkan, memperkenalkan, dan mengaplikasikan hal-hal ‘baru’ yang bermanfaat dalam berbagai level organisasi. Tingkah laku inovatif ini identik dengan inovasi inkremental, karena melibatkan semua pihak sehingga sistem pemberdayaan sangat diperlukan dalam prosesnya.           Tingkah laku inovatif dalam dunia organisasi merupakan sebuah proses perubahan yang menghasilkan sesuatu dalam bentuk produk, proses, atau prosedur yang bersifat baru dalam sebuah organisasi (Zaltm, Duncan, & Holbek, dalam Ahmad, 2009). Sementara D…