Langsung ke konten utama

Salam Damai untuk Para Ibu

Haloo, selamat sore buibu yang cantik luar biasa di luar sana. . Gimana nih persiapan weekendnya ?? Heheeh sudah banyak planning pastinya sama keluarga. .

Anyway, tulisan saya yg ini itu terlandasi krna belakangan ini muncul fenomena seorang Ibu yg melahirkan anaknya secara normal dan dengan bangga nya mengecilkan para ibu ibu yang melahirkan secara caesar. Ditambah lagi, entah itu sosok pemuka agama dari bagian bumi yg mana, bilang kalo wanita yg melahirkan secara Caesar itu di dalamnya diganggu oleh jin atau setan. .
What the. .   ??!!!😖😫
Subhanallah, ini mungkin yg namanya bentuk nyata dari ajaran yg sesat ya buibu.

Dan apa yg merebak serta viral saat ini pun sebetulnya sudah terjadi di lingkungan sosial kita sejak lama sehingga beberapa Ibu yg mungkin kurang hiburan dan piknik jadi tersugesti dan semakin membentuk barikade untuk menyerang ibu yang lainnya. . Ya Ampunn, kok yaa semacam kurang kerjaan tohh??!

Menurut saya sebaiknya jangan lah mengklaim diri sendiri sebagai Ibu yg paling benar hanya karna bisa melahirkan normal dan bukan caesar, atau krna bisa kasih Full ASI dan bukan campur SuFor, atau bahkan karna menjadi Ibu Rumah Tangga dan bukan Ibu yg Bekerja

Hellow, kita nih sama sama Ibu Ibu loh Sist, Mbak, Tante. .  Mau bagaimanapun cara melahirkan, apa yg dikasih ke anak atau bahkan pola asuh, kita semua pasti mau yg terbaik buat anak kita. Betul ndak?

Ibu yg melahirkan secara normal bisa merasakan mules yg luar biasa bahkan ada yg sampai berhari-hari, meregang mempertaruhkan nyawa untuk menghadirkan seorang makhluk baru dan
merasakan sedapnya dijahit atau bahkan diobras.

Ibu yg melahirkan secara SC pun ada juga lho yg ngerasain mules dulu dan krna kondisi 1 dan lain hal, akhirnya musti merasakan "gurihnya" suntikan alergi, perut musti dibelek dan merasakan "nikmatnya" bergerak pasca Operasi. .

Ibu yg kasih ASI makannya musti dijaga krna apa yg dimakan akan ngaruh ke si bayik. Alhasil, yg tadinya hobby nyeruput kopi pun mesti say good bye dulu demi si buah hati.

Ibu Yg kasih Sufor pun pasti sudaah melewati masa masa perjuangan untuk bisa kasih ASI Full, payudara bengkak atau lecet, bangun malam untuk coba pumping buat pancing ASI. Namun apa daya, krna dikasih sama Gusti Allah takarannya musti ditambah dgn Sufor yaa akhirnya musti tambah.

Itu smw krna apa toh? Krna kita semua mau yg terbaik buat anak kan?? Iya po iya??

Ibu ibu yang mnjadi rumah tangga pun pasti ngerasain lelah ngurus anak, mberesin rumah (kalo yg gak punya ART), masak buat suami dan anak. Susah keluar rumah krna jagain anak. Kadang jadi dilanda kebosanan bin ke-BTan dan butuh piknik. .

Kondisi itu sama sperti ibu yg bekerja, yg musti bangun pagi bahkan kadang lbh pagi dibanding ibu ibu lainnya krna musti masak buat anak dan jadi stylist suami yg juga akan berangkat kerja. Pas tanggal 25 mesti bagi bagi jatah rejeki bukan hanya untuk anak aja, tp ada tanggung jawab buat org tua, atau keluarga. Nyampe kantor mesti atur waktu buat kerja, istirahat, dan pumping ASI. Bawa gembolan banyak krna ada cooler bag buat ASI.

Sama Buuk, butuh piknik jugaa. Krna sama sama harus menjalankan peran sebagai menteri dalam negeri dan menteri keuangan secara bersamaan. .

Jadi buibu, hayuklah stop mengklaim diri Anda lbh baik dibanding yg lain hanya karna Anda dikasih kesempatan sama Tuhan untuk melakukan cara cara yg dianggap oleh norma sosial sebagai hal yg normal.

Kita ini sama, gelar kita sama. Dipanggil sama anak-anak juga gak jauh dari Ibu, Bunda, Mama, Mami, Mommy, Madam, Emak, Enyak, Ummi, Ummah, atau panggilan cute kayak Bubu, Bubun, Amam atau Manda (eeh itu saya. Hehehe).

Apa ada yg dipanggil sama anaknya dgn sebutan Nyonya, Prof, atau Dok??

Even Ibu Sri Mulyani yg cerdasnya luar biasa atau Ibu Tri Rismaharini yg leadershipnya berhasil mberesi Surabaya gak mungkin dipanggil BukMen (Ibu Menteri) atau BukWal (Ibu Walikota) sama anaknya.

Apapun background pendidikan , keluarga, atau pekerjaan kita, tujuan kita tetap sama kok yaitu memberikan yg terbaik buat anak anak kita.

So, Lebih baik kita sharing hal hal yg positif, kayak info kekinian tentang kesehatan anak, pola asuh yg sesuai sama generasi anak masa kini, online shop yg sering kasih diskon, tmpat pampers dan susu yg murmer atau masakan yg endeuz nan bergizi buat bocil . Itu lbh bermanfaat buat buibu yang lain loh. .

Lebih baik menebar hal positif Buibu sayang, jadi Anda itu gak dilihat sama org lain sebagai sosok yg gemar menebar kebencian dan hobby memprovokasi org lain . Negatif banget. . Sayang amal kebaikan yg sudah dilakuin selama ini. .

Jadi ibaratnya jangan mbanding mbandingi antara karbohidrat dan protein, krna dua duanya punya manfaat sendiri dan dibutuhkan buat tubuh manusia.

Oke well, Semoga hati kita senantiasa bersih dari segala buruk sangka terhadap sesama ibu ibu yaa buibuu.

Ingatlah Buibu, generasi penerus Indonesia atau bahkan dunia masa depan itu akan dicetak melalui pola asuh dan pendidikan dari tangan kita loh. . So, mari bersatu untuk hal yang baik dan bermanfaat 😊

Happy weekend, slaam sayang dari Dinda. .

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cerita Kehamilan Ektopik (Ectopic Pregnancy)

“Perjalanan Bangkit dari Ectopic Pregnancy (Kehamilan Ektopik)”
Tergugah untuk share tentang pengalaman ini sebagai tanda "kekuatan" untuk para pejuang KE di luar sana
Beginning . . . 06 Desember 2014 saya menikah. Minggu ke-4 Februari saya tidak haid dan setelah 7 kali test pack barulah muncul dua garis merah samar. Bahagia? ? Sangat PASTI!! . Setelah dua bulan menunggu, akhirnya moment ini datang juga.
06 Maret 2015 sehari sebelum perayaan resepsi ke-2 di tempat suami, kami periksa ke Obgyn di salah 1 RS swasta di Kelapa Gading. Awalnya sih,  mau minta vitamin atau semacam obat penahan mual, karena memang saya mual muntah hebat. Kalo bahasa dokternya,  itu HeG. Obgyn saat itu memang sempat menawarkan untuk USG Transvaginal supaya kantung kehamilannya lebih jelas terlihat, krn menurut beliau di usia kehamilan saya yang baru 6 minggu ini, kantung kehamilan biasanya belum terlihat. Namun saat itu saya menolak, karena agak takut yaa mbayangi USG Transvaginal itu. Jadilah USG peru…

Apa sih Motivasi Psikologis Para Teroris ?

Amrozi, Noordin M, Top, Imam Samudera. Dulmatin, Dr. Azhari, Ali Gufron, Ibrahim, Muhammad Syarif, dan entah deretan nama tersebut akan berhenti sampai di situ saja atau bahkan terus bertambah. Diawali dari tragedy WTC tahun 2000 silam, istilah teroris mulai menyeruak ke kalangan masyarakat. Kejadian yang disebut-sebut merupakan hasil dari tangan dingin Osama Bin Laden nyatanya memang menjadi tonggak awal ‘perkembangan’ terorisme di dunia. Tidak terkecuali di Indonesia. Kasus Bom Bali yang merenggut nyawa ratusan jiwa yang tidak berdosa sama halnya dengan tragedy WTC di Amerika Serikat. Terhitung sejak saat itu, POLRI seakan memiliki job baru. POLRI bahkan sampai harus membuat sebuah detasemen khusus anti terror yang dikenal dengan Densus 88. Kebanyakan dari para teroris yang telah disebutkan namanya di atas mati konyol karena tubuh mereka ikut hancur bersama kepingan logam yang terdapat dalam bom. Bahkan, tubuh mereka itulah yang pertama kali mersakan dahsyatnya ledakan, sebelum pada…

Tingkah Laku Inovatif (definisi)

Tingkah laku inovatifpada awalnya berasal dari bahasa Latin, yaitu innovare yang berarti “membuat sesuatu yang baru” (Tidd, Bessant, & Pavitt, dalam Ahmad, 2009).  Thompson (dalam Ahmad, 2009) mendefinisikan tingkah laku inovatif sebagai penerimaan, pembentukan generasi, dan pelaksanaan ide-ide baru, proses, produk ataupun jasa. Menurut Wess dan Farr (dalam De Jong & Hartog, 2003) tingkah laku inovatif adalah semua perilaku individu yang diarahkan untuk menghasilkan, memperkenalkan, dan mengaplikasikan hal-hal ‘baru’ yang bermanfaat dalam berbagai level organisasi. Tingkah laku inovatif ini identik dengan inovasi inkremental, karena melibatkan semua pihak sehingga sistem pemberdayaan sangat diperlukan dalam prosesnya.           Tingkah laku inovatif dalam dunia organisasi merupakan sebuah proses perubahan yang menghasilkan sesuatu dalam bentuk produk, proses, atau prosedur yang bersifat baru dalam sebuah organisasi (Zaltm, Duncan, & Holbek, dalam Ahmad, 2009). Sementara D…