Langsung ke konten utama

and "The Vow" has made them back together . .

Kisah yang diceritakan di film ini terinsiprasi dari sebuah "true events" . .
yah, ceritanya sih memang hampir sama seperti beberapa film pendahulu nya, tapi film ini mampu menonjolkan sisi "romantic" yang beda dan sangat menyentuh..

diperankan oleh Channing Tatum (Leo Collins) dan one of my favorite actress Rachel McAdams (Paige Collins), film ini jadi semakin menarik. . .
settingnya kebanyakan mengambil suasana musim salju, jadi more more romantic deh . . hehee
alur konflik dalam film ini memang gak begitu klimaks, cumaa karena dipackage dengan pemain dan suasana yang bagus, jadinya kekurangan di bagian itu bisa tercover lah . 

Jadi, ceritanya tuh setelah beberapa tahun menikah dan hidup bersama, Leo dan Paige mengalami kecelakaan mobil yang mengakibatkan Paige mengalami amnesia.. Paige sama sekali tidak mengingat Leo sebagai suaminya, ya bisa dibilang short term memory nya yang terhapus. Leo berusaha sangat keras untuk membantu Paige memulihkan ingatannya kembali. Namun apa daya, benturan otak yang dialami oleh Paige nyatanya memang benar2 menghapus segala memory indah yang telah dilalui Leo dan Paige selama ini.. Paige jadi benar2 gak mengenal Leo dan otomatis Paige juga gak ingat bagaimana dulu mereka saling mencintai. 

#aktingnya Channing Tatum sebagai Leo di film ini tuh bener2 "dapet" banget. Dia tuh jadi sosok laki-laki yang setia, tanggung jawab, sopan, dan sangat sangat jujur. Bahkan, si Leo ini pun gak mau memulihkan ingatan Paige dengan memberi tahu kan kejadian terburuk yang pernah dialami oleh Paige dan keluarganya. Inget banget sama omongannya Leo di film ini ke Paige :
"I actually need your love. But, with keep away you and your family again? I think its wrong" . .
*aaaahhhhhhh jadi ikutaaann berlinang2 air mata* . .#

Nah, kekuatan cinta dan kejujuran yang dimiliki oleh si Leo inilah yang pada akhirnya membuat Paige bisa jatuh cinta lagi sama dia. Jadi yaa bisa dibilang, si Paige ini jatuh conta 2x dgn org yang sama di hidupnya. Walaupun dikisahkan Leo dan Paige sempet bercerai, namun beberapa bulan kemudian, Paige mendatangi Leo lagi dan berusaha menjalin hubungan baik kembali. *iiihhh to twiiittt*
Di kisah aslinya sih, Paige gak pernah lagi mendapatkan short term memory nya, tapi akhirnya Leo dan Paige kembali menikah dan punya 2 orang anak . .

what a lovely happy ending, kan . . .

"I vow to fiercely love you in all your forms, now and forever.

I vow to love you, and no matter what challenges might carry us apart, 
we will always find a way back to each other.

Everything that I fell in love with is still there.

I vow to help you love life, 
to always hold you with tenderness and to have the patience that love demands, 
to speak when words are needed 
and to share the silence when they are not 
and to live within the warmth of your heart and always call it home.."


love it , love it , love it . . .


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cerita Kehamilan Ektopik (Ectopic Pregnancy)

“Perjalanan Bangkit dari Ectopic Pregnancy (Kehamilan Ektopik)”
Tergugah untuk share tentang pengalaman ini sebagai tanda "kekuatan" untuk para pejuang KE di luar sana
Beginning . . . 06 Desember 2014 saya menikah. Minggu ke-4 Februari saya tidak haid dan setelah 7 kali test pack barulah muncul dua garis merah samar. Bahagia? ? Sangat PASTI!! . Setelah dua bulan menunggu, akhirnya moment ini datang juga.
06 Maret 2015 sehari sebelum perayaan resepsi ke-2 di tempat suami, kami periksa ke Obgyn di salah 1 RS swasta di Kelapa Gading. Awalnya sih,  mau minta vitamin atau semacam obat penahan mual, karena memang saya mual muntah hebat. Kalo bahasa dokternya,  itu HeG. Obgyn saat itu memang sempat menawarkan untuk USG Transvaginal supaya kantung kehamilannya lebih jelas terlihat, krn menurut beliau di usia kehamilan saya yang baru 6 minggu ini, kantung kehamilan biasanya belum terlihat. Namun saat itu saya menolak, karena agak takut yaa mbayangi USG Transvaginal itu. Jadilah USG peru…

Apa sih Motivasi Psikologis Para Teroris ?

Amrozi, Noordin M, Top, Imam Samudera. Dulmatin, Dr. Azhari, Ali Gufron, Ibrahim, Muhammad Syarif, dan entah deretan nama tersebut akan berhenti sampai di situ saja atau bahkan terus bertambah. Diawali dari tragedy WTC tahun 2000 silam, istilah teroris mulai menyeruak ke kalangan masyarakat. Kejadian yang disebut-sebut merupakan hasil dari tangan dingin Osama Bin Laden nyatanya memang menjadi tonggak awal ‘perkembangan’ terorisme di dunia. Tidak terkecuali di Indonesia. Kasus Bom Bali yang merenggut nyawa ratusan jiwa yang tidak berdosa sama halnya dengan tragedy WTC di Amerika Serikat. Terhitung sejak saat itu, POLRI seakan memiliki job baru. POLRI bahkan sampai harus membuat sebuah detasemen khusus anti terror yang dikenal dengan Densus 88. Kebanyakan dari para teroris yang telah disebutkan namanya di atas mati konyol karena tubuh mereka ikut hancur bersama kepingan logam yang terdapat dalam bom. Bahkan, tubuh mereka itulah yang pertama kali mersakan dahsyatnya ledakan, sebelum pada…

Tingkah Laku Inovatif (definisi)

Tingkah laku inovatifpada awalnya berasal dari bahasa Latin, yaitu innovare yang berarti “membuat sesuatu yang baru” (Tidd, Bessant, & Pavitt, dalam Ahmad, 2009).  Thompson (dalam Ahmad, 2009) mendefinisikan tingkah laku inovatif sebagai penerimaan, pembentukan generasi, dan pelaksanaan ide-ide baru, proses, produk ataupun jasa. Menurut Wess dan Farr (dalam De Jong & Hartog, 2003) tingkah laku inovatif adalah semua perilaku individu yang diarahkan untuk menghasilkan, memperkenalkan, dan mengaplikasikan hal-hal ‘baru’ yang bermanfaat dalam berbagai level organisasi. Tingkah laku inovatif ini identik dengan inovasi inkremental, karena melibatkan semua pihak sehingga sistem pemberdayaan sangat diperlukan dalam prosesnya.           Tingkah laku inovatif dalam dunia organisasi merupakan sebuah proses perubahan yang menghasilkan sesuatu dalam bentuk produk, proses, atau prosedur yang bersifat baru dalam sebuah organisasi (Zaltm, Duncan, & Holbek, dalam Ahmad, 2009). Sementara D…