Langsung ke konten utama

"pake uyah, nek ."

sekitar 1 tahun yang lalu, aku memiliki tetangga baru . .
sebuah keluarga yang sangat Islami, menurutku, menempati rumah kontrakan yang letaknya persis di depan rumahku . .
jika pintu rumah itu dibuka, otomatis ruangan depan rumah kontrakan tesebut dapat terlihat dari teras rumahku.
keluarga itu terdiri dari 5 orang, sepasang suami istri yang masih tergolong pasangan muda, seorang anak remaja laki-laki dan sepasang anak laki-laki dan perempuan yang masih berusia sekitar 4 dan 5 tahun,  . .

saat itu Alm.Papaku masih hidup . .
setiap sore, Papa dan Mama memiliki hobby duduk di teras rumah, mengobrol, sambil melihat kendaraan yang berlalu lalang di jalan raya . .
ya, letak rumahku memang sangat strategis . . kira-kira selang 2 rumah saja, jalan raya sudah bisa dicapai. .
ketika papa dan mama sedang asyik mengobrol, tiba-tiba dua anak kecil menghampiri teras rumah . .
"nenek, kakek", sapa si anak perempuan pada papa dan mamaku.
aku yang pada saat itu sedang duduk di kursi ruang tamu sempat mengintip mereka dari balik gorden. . . 


"iyaa, sini sini main", sapa mamaku. . 
papaku hanya tersenyum saja seraya melambaikan tangan pada mereka . .
melihat respon papa dan mamaku yang bersahabat, dua anak kecil itu pun mendekat . .
"siapa ini namanya", tanya mamaku
"nina, kalo ini husni", jawab si anak perempuan yang ternyata berusia lebih tua . .
"nenek, kan kita rumahnya sekarang di situ", kata nina sambil menunjuk rumah kontrakan yang letaknya di depan rumahku . .
"oh, nina yang nempatin sekarang", kata papaku . .
"iya, kakek"


aku yang sedang asyik main hape , hanya mendengar percakapan mereka saja dari dalam . .


terdengar kemudian papaku membukakan pintu seng untuk mempersilahkan mereka masuk . .
eh, bukannya masuk, nina dan husni malah berlari sambil tertawa . .
dasar anak kecil pikirku . .


beberapa hari berlalu sejak saat itu, aku dan mama kerap memperhatikan keluarga nina dan husni dari ruang tamu ..
terlihat memang tidak ada barang apa-apa yang mengisi ruangan depan rumah mereka, kecuali selembar tikar dan karpet tipis . .
sesekali terlihat ibunya Nina yang selalu mengenakan kerudung berukuran besar setiap keluar rumah, sedang menyapu halaman..
belakangan diketahui bahwa ayah Nina yang setiap pagi seringkali mendorong motor tuanya yang mogok, bekerja sebagai staf Tata Usahadi sebuah pesantren yang letaknya tidak jauh dari rumah  . .
sementara remaja laki-laki (kakanya Nina dan Husni) yg bernama Faqih bersekolah di Madrasah..
yaa, memang benar-benar keluarga Islami pikirku.


setiap kali lewat depan rumahku, mamanya Nina memang selalu menyapa aku, Papa, atau Mama yang kebetulan sedang duduk di teras .. 
ramah memang . .
sementara ayah Nina lebih cenderung pendiam, karena jarang sekali memberikan sapa kecuali hanya tersenyum dan menganggukkan kepaala  . .


tidak ada satu pun terlintas di pikiranku tentang keluarga mereka, kecuali keluarga yang sangat Islami . . hingga pada suatu hari keluar perkataan polos dari Nina . .


awalnya mamaku sedang menonton tv di dalam rumah, sementara aku sedang mengetik di meja makan.  .
Nina dan husni datang menghampiri kami, yaa mungkin ingin bermain . .
mamaku iseng bertanya pada mereka, "udah pada makan belum?"
nina dengan wajah polosnya menjawab, "
udah dong nek.."
"pake apaa?", tanya mamaku lagi
"pake uyah, nek" . . jawab Nina . .
"yang bener?" mamaku mempertegas pertanyaan . .
"bener nek, orang emang biasanya juga pake uyah makannya . .", jawab nina . .


mamaku reflex menoleh padaku yang sedang mengetik . .
"ndul, masa pake uyah katanya"
"emang uyah apaan mah?"
"uyah tuh bahasa sundanya garem" . . .


astaghfirulloh, aku istighfar dalam hati . .
ternyataa, keadaan ekonomi keluarga mereka tergolong memprihatinkan . .
anak seusia nina dan adiknya semestinya makan makanan yang bergizi, yaa setidaknya telur agar ada vitamin yang masuk. .
tapi, mereka hanya makan dengan garam . .
gizi apa yang mereka dapat jika makanannya hanya garam???


aku dan mamaku speechless seketika . .
mamaku yang memang sangat mudah terharu pun langsung memotongkan kue bolu  untuk nina dan adiknya . .
namun yang membuat kami makin terharu, nina dan adiknya bukan mengambil kue itu, tapi malah berlari ke luar . .


ya Allah . . 
pantas saja di ruang depan rumahnya hanya ada selembar tikar dan karpet tipis . .
pantas saja motor ayahnya nina sering mogok karena sudah termakan usia . .
pantas saja jarang terlihat mamanya berbelanja . .
pantas saja . . .
pantas saja . . .
ternyataa, makannya saja hanya dengan uyah . .
masya Allah . . .



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tingkah Laku Inovatif

Definisi Tingkah Laku Inovatif.. Semakin bertambahnya persaingan di dunia bisnis saat ini menuntut organisasi untuk melakukan inovasi guna kepentingan perubahan dalam bertahan dan berkompetisi. Inovasi dalam sebuah organisasi dapat terjadi jika organisasi memiliki karyawan dengan tingkah laku inovatif yang tinggi. Karyawan yang berinisiatif untuk melakukan inovasi pada organisasinya memang dapat memberikan kontribusi yang positif terhadap efektivitas organisasi (Ancona & Caldwell; Amabile; &Kanter dalam Nindyati, 2009). Scott dan Bruce (dalam Carmeli, Meitar, & Weisberg, 2006) juga menemukan bahwa tingkah laku inovatif yang dilakukan oleh individu merupakan pondasi bagi high performance sebuah perusahaan. Ditambah lagi, karyawan yang produktif pada saat ini adalah karyawan yang termasuk ke dalam generasi Y. Karakteristik khusus dari generasi Y ini adalah keinginan melakukan inovasi. Keberhasilan dari hal ini adalah adanya tingkah laku yang nyata untuk mewujudkan inovas...

Apa sih Motivasi Psikologis Para Teroris ?

Amrozi, Noordin M, Top, Imam Samudera. Dulmatin, Dr. Azhari, Ali Gufron, Ibrahim, Muhammad Syarif, dan entah deretan nama tersebut akan berhenti sampai di situ saja atau bahkan terus bertambah. Diawali dari tragedy WTC tahun 2000 silam, istilah teroris mulai menyeruak ke kalangan masyarakat. Kejadian yang disebut-sebut merupakan hasil dari tangan dingin Osama Bin Laden nyatanya memang menjadi tonggak awal ‘perkembangan’ terorisme di dunia. Tidak terkecuali di Indonesia. Kasus Bom Bali yang merenggut nyawa ratusan jiwa yang tidak berdosa sama halnya dengan tragedy WTC di Amerika Serikat. Terhitung sejak saat itu, POLRI seakan memiliki job baru. POLRI bahkan sampai harus membuat sebuah detasemen khusus anti terror yang dikenal dengan Densus 88. Kebanyakan dari para teroris yang telah disebutkan namanya di atas mati konyol karena tubuh mereka ikut hancur bersama kepingan logam yang terdapat dalam bom. Bahkan, tubuh mereka itulah yang pertama kali mersakan dahsyatnya ledakan, sebelum pad...

Andalucia, 30 Januari 2012

30 Januari 2012 menjadi suatu hari yang sangat bersejarah buatku . . di hari itu tepatnya pukul 14.00, 3 tahun 4 bulan perjalanan kuliahku dipertaruhkan . . bertempat di sebuah ruangan yang sangat nyaman, di bagian belakang Universitas Paramadina . . Andalucia namanya . . di ruangan itu, aku mempresentasikan hasil penelitian skripsi yang selama kurang lebih 4 bulan aku susun, selama 15 menit. . entah kenapa, atmosfer pada hari itu tidak membuat perasaan ku terlalu gugup . . ditambah lagi dengan kehadiran Abee , dan sahabat2 kuliahku membuat aku merasa sangat bersemangat . . sebenarnya aku ingin Mamaku hadir saat itu, hehe namun karena aku akan menjadi sangat"mellow" jika mama ada, yaa mama "bertugas" mendoakanku dari rumah saja . . aku berangkat tepat pukul 09.00 saat itu . . dengan fasilitas taxi blue bird yang telah disiapkan Abee, langkah kakiku tegap untuk menghadapi sidang skripsi . dihantar dengan segenap doa dan dukungan dari Mama, hatiku...