Langsung ke konten utama

Postingan

Salam Damai untuk Para Ibu

Haloo, selamat sore buibu yang cantik luar biasa di luar sana. . Gimana nih persiapan weekendnya ?? Heheeh sudah banyak planning pastinya sama keluarga. . Anyway, tulisan saya yg ini itu terlandasi krna belakangan ini muncul fenomena seorang Ibu yg melahirkan anaknya secara normal dan dengan bangga nya mengecilkan para ibu ibu yang melahirkan secara caesar. Ditambah lagi, entah itu sosok pemuka agama dari bagian bumi yg mana, bilang kalo wanita yg melahirkan secara Caesar itu di dalamnya diganggu oleh jin atau setan. . What the. .   ??!!!😖😫 Subhanallah, ini mungkin yg namanya bentuk nyata dari ajaran yg sesat ya buibu. Dan apa yg merebak serta viral saat ini pun sebetulnya sudah terjadi di lingkungan sosial kita sejak lama sehingga beberapa Ibu yg mungkin kurang hiburan dan piknik jadi tersugesti dan semakin membentuk barikade untuk menyerang ibu yang lainnya. . Ya Ampunn, kok yaa semacam kurang kerjaan tohh??! Menurut saya sebaiknya jangan lah mengklaim diri sendiri seb...

B I R U

Sada memeluk Jani dengan erat. Tubuh Jani bergetar, tangisnya tumpah tak tertahan. Nafasnya sesak, terdengar kata-kata yang keluar dari mulutnya terbata-bata. Dalam hati Sada, semua permohonan maaf sudah dia berikan untuk Jani, namun logikanya tetap menolak dengan keras. Pengakuan Jani mengenai Biru seolah meruntuhkan tembok pertahanan hidupnya. Bagaimana bisa selama ini wanita yang dijaganya selama 5 tahun mampu berpaling sebegitu hebatnya, bermain hati, emosi, dan dengan sadar memberikan perasaan untuk laki-laki lain? Bagaimana bisa selama ini kepercayaan yang diberikannya ternodai begitu saja hanya melalui pertemuan yang amat singkat ? Bagaimana bisa 5 tahun ini seolah tak berarti apa apa untuk Jani ??? Banyak tanya yang melintasi pikirannya, ingin rasanya Sada membalas kekecewaannya kepada Jani, namun ia tak bisa. Baginya Jani bukan hanya kekasih (seperti status yang orang lain tau selama ini), tapi lebih dari itu. Jani sudah terlalu dalam memasuki hidupnya. “ Jan, buat ny...

Sarjana Psikologi / Psikolog itu Bukan Dukun

KAMI BUKAN DUKUN !!! Tulisan ini saya buat, selain sebagai unek-unek dari hati saya yang paling dalaamm dan juga karena banyak sekali asumsi yang keliru dari lingkungan mengenai skill dari Psikolog atau Sarjana Psikologi, seperti : “ Eh din, coba deh tolong cenayang foto orang ini. Orangnya tuh kayak gimana sih ? dia suka bohong gak ya sama gue ???” Atau " Duh, gw takut ah ngbrol sama sarjana psikologi. Ntar gw dibaca lagi ” Aduuhh.. helloww . . Saya tuh Sarjana Psikolog, bukan Dukun atau Peramal sodara sodara . . . Tolong lah yaa, jangan terlalu kreatif. Emangnya saya itu  Mama Dinda (gantinya alm Mama Laurent) atau Nyi Dinda Bodo (adeknya Ki Joko Bodo). .?? Hikss. . Hal-hal yang kayak gitu, kadang buat saya gemes bin males, Apalagi kalo yang minta tolong Cuma mau kepo atau ngecek aja analisa saya sesuai sama yg sebenarnya atau nggak. Well, begini ya guys . . yang saya lakukan selama ini itu bisa saya jelaskan dari segi ilmu pengetahuan yang empiris dan dengan res...

Budaya Organisasi

Perusahaan Jepang, baik yang ada di Indonesia ataupun luar negeri terkenal sangat unggul dan termasuk cepat dalam mencapai tangga kesuksesan, karena menggunakan pendekatan adaptasi budaya dalam penjualan produknya. Keunggulan kompetitif produk Jepang adalah budaya organisasi yang akan menjadi “key-drivers. Budaya organisasi adalah “soft side,” sedangkan bagian “hard side” meliputi struktural, sistem produksi, teknologi, dan desain. 1. Pengertian Budaya Organisasi Schein (dalam Munandar, 2001) menjelaskan bahwa budaya organisasi terdiri dari asumsi-asumsi dasar yang dipelajari, baik sebagai hasil memecahkan masalah yang timbul dalam proses penyesuaian dengan lingkungannya, maupun sebagai hasil memecahkan masalah yang timbul dari dalam organisasi. Schein (dalam Munandar, 2001) juga menjelaskan bahwa budaya organisasi terdiri dari 3 tingkat. Pertama , adalah perilaku dan artifact, terdiri dari perilaku yang dapat diamati. Kedua adalah nilai-nilai, terdiri dari pola-pola perilaku yang ...

Kaizen

Kunci sukses dari perusahaan Jepang bersaing di era globalisasi saat ini adalah karena mereka menerapkan konsep kaizen di setiap pergerakan bisnisnya. Jika diterapkan secara utuh dan konsisten, kaizen bisa mengantarkan organisasi menuju puncak kejayaan. Di bawah ini, saya akan mencoba untuk memberikan penjelasan mengenai konsep kaizen yang sudah sangat terkenal ini.  Imai (1986) menjelaskan bahwa kaizen merupakan salah satu pendekatan budaya yang berasal dari negara Jepang dengan tujuan untuk melakukan perbaikan secara berkelanjutan dalam budaya kerja. Kaizen adalah improvement yang dilakukan secara berkelanjutan oleh semua anggota dalam organisasi baik dari level manajer sampai karyawan biasa. Strategi kaizen merupakan hal yang sangat penting dalam konsep manajemen negara Jepang. Kaizen lebih mengutamakan pada process-oriented dibandingkan result-oriented. Jadi, segala hal yang berhubungan dengan pekerjaan harus disempurnakan terlebih dahulu sebelum memperoleh hasil yang ...

Tingkah Laku Inovatif

Definisi Tingkah Laku Inovatif.. Semakin bertambahnya persaingan di dunia bisnis saat ini menuntut organisasi untuk melakukan inovasi guna kepentingan perubahan dalam bertahan dan berkompetisi. Inovasi dalam sebuah organisasi dapat terjadi jika organisasi memiliki karyawan dengan tingkah laku inovatif yang tinggi. Karyawan yang berinisiatif untuk melakukan inovasi pada organisasinya memang dapat memberikan kontribusi yang positif terhadap efektivitas organisasi (Ancona & Caldwell; Amabile; &Kanter dalam Nindyati, 2009). Scott dan Bruce (dalam Carmeli, Meitar, & Weisberg, 2006) juga menemukan bahwa tingkah laku inovatif yang dilakukan oleh individu merupakan pondasi bagi high performance sebuah perusahaan. Ditambah lagi, karyawan yang produktif pada saat ini adalah karyawan yang termasuk ke dalam generasi Y. Karakteristik khusus dari generasi Y ini adalah keinginan melakukan inovasi. Keberhasilan dari hal ini adalah adanya tingkah laku yang nyata untuk mewujudkan inovas...

Biru...

Aku biasa memanggilnya Biru.. Aku mengenalnya saat aku berjuang menyelesaikan skripsiku yang entah telah kutinggalkan berapa lama. Kami mulai intens komunikasi setelah Biru berhasil menghantarkan ku menggenggam gelar sarjana. Bagi sebagian orang,  meraih gelar sarjana memang perkara yang tidak sulit untuk ditempuh.  Tapi buatku yang lebih menyukai aktivitas motorik ketimbang duduk membaca buku dan mengetik berjam jam di depan laptop, sungguh butuh perjuangan yang luar biasa.  Dan berkat Biru semuanya terasa ringan. Akhirnya, setelah beberapa tahun aku berhutang kepada orang tuaku.  Lunas sudah karena bantuan Biru.. Biru adalah salah satu tenaga pengajar di kampusku.  Awalnya sebelum kami komunikasi secara intens, aku memang sudah mengidolakan dia.  Pernah satu waktu ketika aku sedang berjibaku membuat latar belakang penelitian, Biru menghampiriku. Di atas kekacauan meja perpustakaan karena aku mengumpulkan banyak buku referensi tanpa kutau mana yan...